Tampilkan postingan dengan label motivation. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivation. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Maret 2013

Jawaban di 8 Maret jam 8 Malam


Postingan ini nantinya akan kontradiksi dengan postingan sebelumnya. Tadinya mau apus postingan sebelumnya, tapi nggak, itu buat tanda, tanda diri ini yang seringkali seperti ingin mendahului takdir Allah. Diri ini yang seringkali pesimis, ga percaya akan kemampuan diri sendiri, ga percaya kekuatan doa. Kejadian ini bener2 full hikmah buat saya.

Tentang Indonesia Mengajar (IM). Temen2 saya tau banget saya pengen jadi Pengajar Muda (PM), dari jaman kuliah ini adalah mimpi saya. Kemarin adalah batas akhir pengumuman Seleksi Tahap II dari IM, yang periode pengumumannya dari 28 Januari – 8 Maret 2013. Sistemnya adalah bagi yang lolos akan dikirimkan email pada tanggal tersebut. Bagi yang gak lolos pun akan dikirimkan email, tapi pada hari terakhir. Itu asumsi saya, hari terakhir akan ada email di inbox saya untuk yang tidak lolos.

Sepanjang hari saya nunggu email itu, yang mana saya tebak isinya adalah permohonan maaf karena ga lolos seleksi. Sampai maghrib saya cek di kantor, email itu belum kunjung datang, ketika temen saya ada yang nanya saya bilangnya, “bahkan sampe hari terakhir gua masih digantung”, dia bilang, “santai aja bro, save the best for the last”, saya jawab, “hahaha, the best to be kicked out”. Di pikiran saya adalah fix saya ga lolos, meski dalam hati tetep, lilin harapan itu belum sepenuhnya padam.

8 maret jam 8 malem, lagi nonton tv tiba2 ada email masuk ke hp. Yap, akhirnya email dari Rekrutmen IM. Saya bukanya pun biasa aja, gak seperti saat2 sebelumnya yg tiap buka email deg2an setengah mati. Saya baca skimming emailnya, nyari2 kata “maaf” dan nama Anies Baswedan di dalamnya, tapi ga nemu. Saya skimming kedua kali kok ada kata2 MCU, saya malah ngoceh, “eh, ini apaan sik?” *nada ketus, kesel*. Saya baca ketiga kali, dan kali ini pelan2 supaya jelas, dan ternyata email itu jelasin kalo saya lolos Seleksi Tahap II kemarin dan diundang untuk melakukan MCU (Medical Check Up) pada Senin, 11 Maret 2013.

Masih perlu ngeyakinin diri, saya baca email itu lagi, ketika dah yakin baru saya pejamkan mata, bersyukur dengan segala kerendahan hati kepada Allah yang bener2 Maha Kuasa. Setelahnya saya samperin ibu saya yang lagi duduk sambil nonton tivi, saya tiduran di sampingnya sambil bilang saya lolos seleksi, terima kasih doa dan ridhonya, ibuku.. Masih senyum2 dan tangan gemeteran saya ceritain ke ibu saya betapa ini berarti banget buat saya, dan ibu saya bilang kalo selama ini ibu selalu berdoa yang terbaik buat saya, jujur saya lega banget dengernya, berarti memang ini yang terbaik dari Allah.

Setelah beritahu ibu, saya langsung kasih tau temen2 saya di whatsapp, otomatis yang kedua tau adalah si Hasan dan Purwo, terus saya telpon atasan saya di kantor yang kasih rekomendasi buat saya, saya telpon dea (tapi ga diangkat), dan ucapan selamat berdatangan karna purwo ngetwit tentang ini. Malam yang penuh dengan senyuman, ucapan terima kasih, permintaan doa supaya dimudahkan segala prosesnya, dilancarkan segala urusan ketika mengabdi nanti.

Jawaban. Saya ngerasa ini jawaban dari berbagai hal. Jawaban kenapa saya gak lolos student exchange IELSP sampe 3x, jawaban saya kehilangan kesempatan summer course di Belanda, jawaban kenapa tiket Batavia dibatalkan, hahaha. 

Motivasi saya dulu ikut IELSP adalah sebagai batu loncatan buat ikut IM ini, dan ternyata tanpa saya ikut itu pun saya lolos IM, dan mungkin memang secara ruhiyah saya belum siap ke luar negeri. Summer course di Belanda, padahal pengajar saya di Erasmus mau merekomendasikan saya ikut program ini, eh tapi malah dilalahnya saya gak bsa ikut seleksi karena minimal levelnya harus dah Lanjut 2 sedangkan saya baru Lanjut 1. Kalo saya ikut seleksi dan mungkin keterima pasti ini bakal jadi dilemma banget karena berangkatnya bulan Agustus, saat saya udah di daerah penempatan.

Banyak hikmah terserak dari kejadian ini, saya pun mulai mengalami banyak peristiwa “oooohhh moment”, oohh, jadi karena ini toh, ohh jadi karena ini toh, dan suatu keasyikan dan kenikmatan manakala saya bsa nemuin 1 demi 1 hikmah itu.

Allah menolong hamba-Nya tepat di saat hamba tersebut merasa udah gak bisa apa, ga ada apa2, tawakal akan segala keputusannya, berharap yang terbaik. Mentari baru bersinar tepat di saat malam mengalami puncak kegelapannya, itu bener banget.

Saya penasaran apakah saya orang terakhir yang dapet email itu, di luar jam kantor cuy. Saya jadi inget waktu masuk smansa, saya adalah pendaftar terakhir dengan nomor 533 saat itu. Ini lah yang selalu saya inget di 8 Maret kemarin, bahwa saya, si pendaftar terakhir akhirnya tetep bisa masuk Smansa, itu artinya memang akan selalu ada kemungkinan. Saya udah minta doa sama semua orang, sama Usamah yang bulan Ramadhan kemarin umroh, saya minta disebutkan nama saya supaya bisa jadi PM VI, saya minta doa saya temen2 saya, minta menyebutkan nama saya dalam doa mereka, dan yang terpenting saya udah minta doa sama ibu saya, dan yak, ridho Allah adalah ridho orang tua.

One last step, MCU. Doakan saya ya semoga lolos, dipermudah segala prosesnya, dilancarkan segala urusannya ketika mengabdi nanti. Lolosnya saya di seleksi ini bener2 menunjukkan ke saya tentang kekuatan doa. Dear pembaca, percayalah, doa itu senjata kita umat Islam, berdoalah banyak2 karena Allah memang suka kita minta kepada-Nya. Jangan buru2 dalam berdoa dengan mengatakan, “saya telah berdoa tapi tidak dikabulkan”, dan selalu percaya as long as we have Allah, we have everything, no need to worry.

Indonesia, aku datang :')

Jumat, 23 November 2012

5 cm

Langit malam, ribuan bintang, luasnya padang ilalang, bertebarannya bunga abadi edelweiss, danau Ranu Kumbolo yang tenang, Kalimati yang mistis, Mahameru yang gagah menjulang....

Baru liat trailer film 5cm gak sampe 5 menit, saya langsung bertekad buat baca novelnya sebelum nonton ni film. Oke, esok harinya pun saya langsung minjem tuh buku dari temen saya dan langsung saya selesaikan baca hari itu juga, ga sampe seharian novel ini habis saya lahap.

Halaman2 awal, novel ini memaksa saya untuk berkunjung kembali ke telaga memori masa-masa sekolah di smansa. Buku ini kental dengan nuansa persahabatan. Ceritanya pun unik, 5 orang sahabat yang saking dekatnya mereka sampe berada pada 1 titik jenuh dan memutuskan tidak berkomunikasi dan tidak ketemuan dalam waktu 3 bulan, keluar dari comfort zone katanya. Setelah 3 bulan mereka berkumpul lagi dengan perasaan rindu yang sangat membuncah, yap, saya seperti benar2 merasakan kerinduan itu.

3 bulan, tidak bertemu, tidak berkomunikasi, dan mereka langsung berpetualang menaklukan tanah tertinggi di pulau Jawa, Mahameru. Membaca novel ini berkali2 membuat saya merinding, meneteskan air mata, dan senyum2 sendiri, karena memang banyak adegan dan dialog lucunya.

Selesai baca novel ini saya malah jadi ragu untuk nonton filmnya, coz saya takut kalo saya nonton filmnya, nanti ketika saya mendapat giliran berkunjung ke Mahameru, pemandangannya tidak lagi surprise. Apapun itu, yang jelas setelah baca novel ini saya punya 1 keinginan kuat, suatu hari saya harus menaklukan Mahameru bersama teman2 dekat saya. Ada hikmah juga minggu lalu saya tidak jadi menaklukan Mahameru, mungkin perjalanan ke sana memang akan lebih terasa indah jika bersama teman2 terdekat.

Alam, tempat belajarnya kita, manusia.. Alam, sebagai tanda eksistensi diri-Nya. Ini bukan tentang ambisi anak manusia untuk menaklukkan alam, ini tentang perjalanan hati, penemuan jati diri, bekal untuk mati. Mungkin terasa berlebihan, tapi saya percaya banyak sekali pelajaran yang bisa diambil ketika kita bepergian ke tempat yang jauh.

Di buku ini saya menemukan kata2 yang sangat menarik dan membekas di hati,

“Mimpi-mimpi kamu, cita-cita kamu, keyakinan kamu, apa yang kamu mau kejar, biarkan ia menggantung, mengambang 5 centimeter di depan kening kamu. Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu. Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari, kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa.
Apa pun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri, kalo kamu percaya sama keinginan itu dan kamu nggak bisa menyerah. Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh, bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat, apapun itu, segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri..

Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter mengambang di depan kening kamu. Dan… sehabis itu yang kamu perlu cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya, serta mulut yang akan selalu berdoa..
Keep our dreams alive, and we will survive..
― Donny Dhirgantoro

Kamis, 08 November 2012

Today's Dialogue

Lagi ga sengaja buka2 laptop buat nyari aplikasi IM yang dah pernah saya isi di batch IV *dan gak ketemu, hiiks* malah nemu file yang isinya perbincangan via ym dengan MF yang saya simpen di laptop dengan nama Today's Dialogue.

Ada kata2 bagus dari beliau yang mau saya share di sini.

"Allah menyembunyikan keburukan seseorang, besar kemungkinan malah keburukan itu sudah dimaafkan oleh-Nya jauh2 hari, makanya ane ga mau ngungkit apapun, karena ga baik klo hal yang Allah aja udah maafin tapi kita ungkit2."

Manusia ga ada yang sempurna, pasti masing2 kita pernah melakukan kesalahan, baik itu kecil ataupun besar. Kadangkala atau mungkin seringkali kesalahan ini menghantui kita dan bahkan mencegah kita berbuat kebaikan, serius ini bisa terjadi. Nah, kalo lagi ngerasa kaya gini, kata2 di atas ampuh banget buat membesarkan hati ini. Allah aja mungkin dah memaafkan, kenapa kita harus terus2an mikirin dan malah jadinya stuck menjadi orang yang kerdil.

"Seringkali bisikan setan menggoda ane untuk menjadikan kekurangan ane itu sebagai alasan mundur dari barisan. Alhamdulilah ane sering disadari, ane yakin seburuk2nya ane masih ada jalan untuk memperbaiki diri tanpa mundur dari barisan satu senti pun, padahal bisikan2 itu menyuruh ane mundur berkilo2 meter. Tapi ane cuman bisa minta tolong sama Allah, bukan cuma sih, itu senjata terakhir ane jrun. Minta sama yang punya alam semesta ini termasuk yang memiliki ane dan ente supaya diberi kemudahan dan kekuatan memperbaiki diri perlahan"

Mata saya panas ngebaca bagian yang ini, tetiba teringat kondisi saat percakapan ini terjadi. Kata2 beliau kaya air dingin yang ngebasahin hati ini yang gelisah luar biasa, nyessssss

MF, yang mengasosiasikan dirinya dengan Naruto karena sama2 tipikal pribadi yang gak mau nyerah ngajak orang lain untuk bersama menebar kebaikan, saat ini sedang mengemban amanah di pedalaman Indonesia, mengajak lebih banyak lagi orang2 di sana untuk berbuat kebaikan, menginspirasi anak2 kecil generasi penerus bangsa. MF, yang tak pernah lelah mengajak saya untuk kembali membina di sekolah *dan saya yang tak pernah lelah pula untuk menolak :hammer:*.  MF, yang selalu minta namanya disebut dalam doa sahabatnya agar bisa istiqomah di jalan kebaikan dan dapat menunaikan amanahnya dengan baik.

Memiliki sahabat2 yang baik dan shalih adalah kenikmatan yang ga bisa dibayar. Teruntuk sahabatku, penasihatku, Muhamad Fajar..

bersama Fajar dan Tala di H-3 keberangkatannya ke Majene.

Senin, 22 Oktober 2012

(Tak) Peduli

Baru saja membaca artikel tentang Indonesia Mengajar dan berbagai komentarnya, yang sayangnya mayoritas bernada negatif. Dari situ diri ini berfikir, memang di dunia ini tidak tuh yang namanya mutlak, absolut. Bahkan tindakan yang menurut saya mutlak kebaikannya, dipandang orang lain justru mutlak sia-sia dan menyesatkan.

Saya jadi teringat cerita tentang katak yang menang lomba panjat pinang *iya, ini cerita fiksi*
Jadi suatu hari di negeri katak ada perlombaan panjat pinang. Katak2 dari penjuru negeri berkumpul di lapangan Gelora Bung Katak untuk ikut perlombaan itu. Setelah peluit berbunyi tanda perlombaan dimulai, mulailah satu persatu masuk ke arena lomba dan memanjat pinang yang telah dilumuri oli terlebih dahulu. Satu persatu katak2 tersebut kelelahan, makin lama makin banyak katak yang kelelahan, penonton tak mau ketinggalan dengan komentar2 nyinyirnya,
katak X: "sudah, kalian gak akan berhasil, kalian cuma katak yang kakinya bengkok *emang ada katak kakinya lurus?*
katak Y: "lomba ini cuma mempermainkan kalian, kalian nyerah aja"
katak Z: "ayo yang bisa sampe puncak kalo katak cewek jadi istri aku, kalo cowok jadi tukang kebon *salah fokus

Berbagai komentar nyinyir turut melemahkan para katak tersebut. Sampai akhirnya tinggal satu katak tersisa. Katak itu terus berjuang dengan sangat gigih, fokus, dan tak terlihat raut wajah ingin menyerah sedikit pun. Setelah waktu yang sangat lama dan melelahkan, akhirnya si katak itu berhasil, ya BERHASIL! Katak pertama yang berhasil panjat pinang, pastilah katak itu katak terkuat di dunia (katak).

Setelah katak itu turun, dia dikerubungi oleh para wartawan. Feni Frog selalu wartawan infotainment mulai melancarkan pertanyaan2 kepada katak tersebut. "Apa rahasia anda sampai anda berhasil? Bagaimana tipsnya? Anda masih single?" *salah fokus lagi.

Tapi berkali2 ditanya sang katak tidak menjawab dan hanya memperlihatkan ekspresi bingung dan merasa bersalah. Satu kalimat keluar dari sang katak juara, "maaf, saya tuli, saya tidak bisa mendengar ucapan anda". Feni Frog pun cuma bisa menganga mendengar kata2 si katak juara yang dengan casual meninggalkan si wartawan nyinyir.

Tamat.




*belom deng :p

Gausah dikasih kesimpulan juga pasti pada ngerti lah pointnya apa. Sometimes kita perlu tutup telinga atas apa yang orang lain katakan. Tapi perlu kebijaksanaan juga buat memfilter apakah kata2 tersebut konstruktif atau destruktif. Kalo kata2 yang ga penting destruktif kaya gitu, gak apa2 banget lah kalo kita bilang, "I dont give a sh*t" di dalem hati. Gausah dipeduliin yang kaya gitu, kalo terlalu dengerin apa kata orang, serius dah kita gak akan maju-maju. Do what you want to do, sepanjang tindakan itu baik menurut hati nurani kita, just go ahead.

Buat orang2 yang hanya bisa mengkritik orang lain, ayo lah get a life!! Setiap orang punya prinsip dan cara sendiri untuk berbuat baik, kalo gak suka sama caranya jangan paksa orang tersebut untuk melakukan sesuai cara anda, it's not fair! Not at all...

Terdengar negatif gak sih ni postingan? Smoga nggak ya, karna emang niatnya mau ngasih satu nilai yang mungkin terlupa aja sih, heheh

Selasa, 09 Oktober 2012

Jawaban

Setelah perbincangan bersama sahabat, baru sadar kenapa hati ini begitu gelisah.
Jawabannya adalah ibadah.

Sejak kerja kualitas ibadah saya perlahan2 turun, dan akhir2 ini keimanan saya berada di titik terendahnya. Simple ya sebenernya, rasanya lega banget waktu dapet jawaban ini.

Oiya tadi saya nemu kata2 bagus tentang sahabat, begini bunyinya,
"sahabat yang benar, bukan selalu ada, tapi doa-doanya mengada untuk kita.
bukan selalu mendukung, kadang dia kecewa oleh keputusan besar hidup kita, tapi senyumnya selalu datang" - Dea Adhicita-

"Puncak kangen paling dahsyat itu ketika tak saling telepon, SMS, WA, tapi diam-diam saling mendoakan." -Sudjiwo Tedjo-

Semoga segala urusanmu dipermudah wahai sahabat, dan dijauhkan dari segala kesulitan, amiinnn

Selasa, 31 Juli 2012

Renaissance Week

Sebelum mulai, izinkan saya mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi pembaca yang menjalankannya. Semoga segala amalan ibadah kita diterima dan diridhoi Allah dan jadi pemberat timbangan kebaikan kita, amiin :)

Sudah lama gak buat postingan, kali ini saya mau buat postingan tentang pengalaman saya seminggu yang lalu yang penuh dengan pencerahan, makanya postingan ini berjudul Renaissance Week, hehe.

Pencerahan pertama yang saya dapet adalah tentang pernikahan. Berawal dari diskusi sehat dengan sahabat saya Dea Adhicita bersama sang suami. Jadi menurut Aa Jati, sebelum menikah, kita harus sudah bisa menjawab pertanyaan2 seperti; mau apa, mau kemana, dan kriteria. Mau apa dan mau kemana keluarga kita nantinya dibawa. Pertanyaan yang sangat filosofis menurut saya dan mencerminkan bagaimana visi kita membangun keluarga.

Pertanyaan ini emang penting banget menurut saya, ini menggambarkan kesiapan kita membangun sebuah keluarga. Kalo sebelom nikah kita mikirnya kaya hal2 teknis seperti acara resepsi, tamu undangan, dll, menurut saya itu malah menggambarkan kalo kita belum siap menikah. Visi tuh jauh lebih penting dibanding hal2 tersebut.

Selanjutnya kriteria. Jika pasangan kita memiliki visi yang sama tentu akan lebih mudah bagi kita untuk mewujudkan visi tersebut. Makanya sebelum cari pasangan kita harus tentukan kriterianya dulu. Saya pribadi baru menetapkan 1 kriteria, yaitu pintar. Hal ini karena saya pernah baca bahwa kecerdasan seorang anak sedikit banyak turunan dari ibunya. Bukan, ini bukan kode kok. Saya sendiri belum punya visi berkeluarga versi saya, artinya memang saya belum siap.

Oke lanjut, pencerahan kedua adalah tentang syukur nikmat. Ini saya dapatkan setelah sharing sama temen kuliah saya, Ben. Jadi ceritanya 2 bulan yang lalu doi sakit, paru-parunya bermasalah. Karena sakitnya itu, dia tersiksa banget. Tersikanya karena dia ga bisa tidur selama 10 hari. Meennn, saya gak percaya donk, semua yang denger juga pasti ga percaya awalnya. Tapi ya toh dia ngalamin sendiri. Gak bisa tidur selama 10 hari ditambah pikiran yang macem2, bikin dia jadi termenung sendiri. Tidur, nikmat sepele yang seringkali luput kita syukuri. Padahal ketika nikmat ini dicabut, rasanya tersiksa luar biasa.

Ini membuat saya ikut termenung. Seringkali saya menuntut pada Allah atas nikmat yang tidak saya dapatkan, tapi seringkali saya tidak mensyukuri berapa banyak nikmat yang sudah Allah berikan. Bersyukur, bahagia, dua hal yang sangat berhubungan. Sejatinya bersyukur adalah kunci kebahagiaan. Sedikit apapun yang kita dapatkan, sepanjang kita bersyukur pasti hati ini tetap bahagia. Teori yang seringkali kita dengarkan tapi tak jarang pula kita lupakan.

Pencerahan ketiga saya dapat ketika ikut pelatihan Aliansi Selamatkan Anak Indonesia dari Forum Indonesia Muda. Pada acara tersebut disampaikan materi tentang, “How to be a good public speaker”. Bundo Lilia selaku pembicara menyampaikan bahwa di sini beliau tidak akan menyampaikan hal yang sifatnya teknik komunikasi dan lain sebagainya, karena beliau yakin pasti hal ini sudah sering kita dapatkan. Jadi beliau memberi masukan tentang “How to have a good self confidence”, karena menurutnya sepanjang kita punya kepercayaan diri yang tinggi so kita bakal berhasil menyampaikan pesan ke para audience kita dengan baik.

Nah, yang menarik adalah di materi ini bundo ngasih kami ilmu tentang trauma healing melalui alam bawah sadar. Konon teknik ini dipelajari di ilmu psikologi. Tetiba saya teringat pernah baca twit seseorang yang bilang kalo anak kita lagi tidur, adalah hal yang baik untuk membisikkan kata2 positif kepadanya. Ternyata saya baru ngerti alesannya kenapa waktu dikasih materi ini kemarin.

Jadi ternyata alam bawah sadar sedikit banyak mempengaruhi alam sadar kita. Contohnya kaya trauma healing itu, bundo cerita waktu itu beliau pernah nolong temennya yang phobia ketinggian melalui metode alam bawah sadar, dan berhasil. Jadi ternyata pesan yang dimasukkan ke dalam alam bawah sadar punya pengaruh yang cukup kuat pada alam sadar kita, makanya tadi dibilang kalo anak lagi tidur coba dibisikkan kata2 positif di telinganya.

Oiya, somehow metode ini tuh ngingetin saya banget tentang film Avatar Aang di episode saat dia melepaskan 7 cakra dari dalam dirinya. Episode itu emang salah satu episode favorit saya, nanti saya buat postingan sendiri deh *kalo gak lupa :p

Rabu, 21 Maret 2012

Harapan


Saya pernah mendengar kisah tentang 4 lilin yang masing2 mewakili "cinta", "perdamaian", "iman", dan "harapan".
Ketika satu persatu lilin mulai redup kemudian mati, ada 1 lilin yang tidak mati dan menghidupkan ketiga lilin itu kembali, lilin itu bernama "harapan"

Dari kisah ini bisa diambil intinya bahwa harapan itu akan selalu ada meski kita telah kehilangan ketiga hal lainnya. Berharap, menurut saya hanya orang yang memiliki keberanian lah yang dapat melakukannya. Kenapa? Karena ketika kita memiliki harapan tentang suatu hal, ada kemungkinan kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan tersebut. Bisanya, setelah harapan kita itu pupus kita akan menjadi sangat tidak bersemangat dan merasa terpuruk, hingga takut untuk kembali berharap.

Pada suatu waktu, saya pernah menjadi orang yang penuh dengan berbagai harapan, contohnya adalah ketika apply beasiswa IELSP. Tiga kali apply beasiswa itu, tiga kali pula harapan saya hancur. Ditambah berbagai harapan lainnya yang juga tidak terwujud, belakangan ini akhirnya saya menjadi orang yang tidak lagi memiliki harapan, lebih tepat disebut tidak berani berharap sebetulnya. Hidup saya jalani seadanya saja. Semangat tetap ada tapi sangat berbeda ketika saya memiliki harapan.

Baru-baru ini saya dapet kabar baik yang membuat saya ingin mencoba berani kembali untuk berharap. Sebenarnya, keberanian saya untuk berharap sebagian besar juga terinspirasi dari sahabat saya Dea Adhicita. Dia adalah orang yang selalu saya lihat bersemangat dan penuh harapan. Meski ketika harapannya tidak terwujud sekalipun dia tetap semangat dan dengan hebatnya langsung membuat harapan-harapan baru. Semangatnya ketika berharap itulah yang kadang membuat saya iri. Dan karenanya lah, saat ini saya sedang mengumpulkan keberanian untuk memiliki harapan dan berharap kembali, semoga harapan ini dapat menghidupkan kembali ketiga lilin lainnya.

pict source: http://bangka.tribunnews.com/2011/03/24/lilin-harapan