Kamis, 06 Januari 2011

Teroris VS Koruptor




VS

Malem-malem sedang sedikit berkontempelasi.
Akhir2 ini berita sedang menyoroti masalah Gayus si tahanan yang sering pergi dari hotel prodeo ke hotel bintang lima di luar negeri. Sedikit pemikiran melintas ketika sedang asik menonton berita di televisi tentang Gayus sang penakluk hukum Indonesia, dan di saat yang bersamaan ada juga berita tentang peridangan Ariel sang penakluk wanita cantik Indonesia.

Masalah korupsi di Indonesia, saya rasa semua setuju kalo korupsi adalah tindakan yang sangat keji. Bahkan kalau mau dibandingkan dengan terorisme yang dilakukan para teroris, sepertinya korupsi lebih keji dan merupakan kejahatan yang paling tinggi. Saya jadi mikir, kalo korupsi lebih jahat dari terorisme, sedangkan para teroris dengan gampangnya dijatuhi hukuman mati sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap perbuatan mereka, kenapa sampe sekarang belum ada koruptor yang dijatuhi hukuman mati?

Apa ini karena dampak korupsi yang tidak dapat terlihat secara kasat mata, sementara dampak tindakan terorisme terlihat sangat nyata? Apakah udah sunnatullah juga kalau manusia memang selalu memperhatikan yang bisa dilihat secara kasat mata saja, sementara yang tidak terlihat secara kasat mata (padahal nilainya lebih penting) tidak diperhatikannya?

Seperti dosa yang tidak terlihat secara kasat mata yang jarang sekali diperhatikan oleh manusia sehingga manusia mampu berbuat kejahatan dan kezaliman tanpa memperhatikan dosa sama sekali. Bagi manusia semacam itu kesenangan duniawi adalah nomor satu, karena kesenangan duniawi bisa terlihat secara kasat mata dan lebih menggoda dibanding,,, halah.., apalah arti dosa!! Toh dosa tidak bisa dilihat!

Naudzubillah, semoga kita tidak termasuk dalam golongan manusia ini.

2 komentar:

vanilaeru mengatakan...

Teroris di hukum mati. padahal kalo ada dialog bisa berguna buat negara kita tuh. *kreatif bikin bom :

Koruptor asli gak ada gunanya. tapi teutep aja di pelihara. bahkan di kembang biakkan. Heran??

ayo, Jri. abis tamat mau jadi Teroris apa Koruptor? :P

fajri ajah mengatakan...

serem amat pilihannya :takut:
mau jadi konsultan pajak yang baik yang jauh dari korupsi, amiinnn